Jumat, 18 Mei 2012

karakter dalam serial Kekkaishi

Yoshimori Sumimura
 
Yoshimori adalah calon penerus kekkaishi generasi ke-22 dari keluarga Sumimura. Dia sering dimarahi kakeknya karena tidak niat dalam menjadi kekkaishi. Akhirnya dia serius menjadi kekkaishi karena insiden yang terjadi kepada Tokine. Dia selalu bermalas-malasan dan sering tidur di kelas ketika jam pelajaran karena kekurangan tidur akibat semalaman berpatroli di sekitar sekolah. Kekkai miliknya tidak seberapa akurat, tapi daya hancur dan ketahanannya sangat luar biasa. Dia juga bisa membuat kekkai dalam jumlah besar sekaligus karena energinya yang besar. Kakeknya melihat dia penuh potensi dan bakat.
Tokine Yukimura
 
 
Tokine adalah tetangga Yoshimori dan juga seorang calon pewaris kekkaishi dari keluarga Yukimura. Dia dua tahun lebih tua dari Yoshimori. Dialah motivasi bagi Yoshimori untuk menjadi lebih kuat. Dalam hatinya, sebenarnya dia tidak mau kalah dari Yoshimori. Sering kali merasa cemas melihat Yoshimori beraksi. Kekkainya sangat akurat. Dia bahkan bisa membuat kekkai berlapis yang membutuhkan konsentrasi yang besar. Kekuatan kekkainya tidak sekuat dan sekeras Yoshimori. Jika kekuatan kekkai miliknya dan Yoshimori digabung, maka kekkai yang dihasilkan menjadi lentur, akurat sekaligus kokoh.
Madarao
 
 
Madarao adalah anjing hantu milik keluarga Sumimura yang hidup 500 tahun yang lalu. Dulu dia adalah seekor anjing gunung bernama Ginro yang selalu bersama temannya Kouya yang menjadi Ayakashi. Namun, sejak gunung tempat tinggalnya dijadikan pemukiman penduduk, ia mati karena kelaparan. Kagum pada Karasumori.
Hakubi
 
 
Hakubi adalah anjing hantu milik keluarga Yukimura yang genit. Dia seringkali mengolok-olok Yoshimori dan Madarao. Dia lebih muda 100 tahun dari Madarao.
Toshimori Sumimura
 
 
adalah adik Yoshimori pewaris generasi ke-23, tapi kekuatannya tidak sebesar Yoshimori. Sangat pandai. Bisa membaca tulisan-tulisan cara menggunakan kekkai. Menganggap Yoshimori kakak yang hebat.
Masamori Sumimura